Laskar Pelangi

Judul           :  Laskar Pelangi
Pengarang : Adrea Hinata
Penerbit     : Penerbitan Bentang
Cetakan       : Ketiga 2006
Tebal            : Xviii + 534 halaman
Novel ini menceritakan tentang begitu besarnya semangat pendidikan di sebuah desa terpencil diamana ada sekelompok anak yang ingin sekali menuntut ilmu ditengah masyarakat yang tidak begitu peduli dengan pendidikan.
Langsung saja:
Sinopsis Laskar Pelangi
Sebuah pulau didekat pulau Sumatra yaitu pulau Bangkablitung dimana pulau ini terkenal dengan kekayaan alamnya yaitu Timah, tetapi dengan kekayaan ini kemudian dijadikan tampat eksploitasi oleh negara lain. Disini terdapat sebuah sekolah yang sangat sulit mencari siswanya, sekolah ini dianggap tertinggal dari sekolah-sekolah lain yang menyababkan sekkolah ini diberis peringatan atau sejenis ultimatum untuk memiliki minimak 10 orang siswa agar sekolah ini tidak ditutup.
Disekolah yang kondisinya sangant tidak layah ini memiliki beberapa staf pengajarnya yaitu Pak Harfan sebagai kepala sekolah dan satu guru pengajar yaitu Ibu Muslimah, dengan SD yang bernama SD Muhammadiyah. SD ini merupakan SD islam pertama di Bangkablitung. SD ini dianggap tidak bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain di pulau Bangkablitung.
Sampai SD Muhamadiah memiliki murid yang berjumlah 11 orang yang memiliki semangat belajar yang cukup tinggi. Meskipun guru mereka tidak memiliki penghasilan tinggi tetapi melihat semangat dan cita-cita muridnya ia pun rela mengajar seadanya demi cita-cita 11 muridnya.
Persaingan SD MUhammadiyah dengan SD PN TIMAH yang merupakan sekolah favorit dan diisi oleh kalangan berada adalah sebagian kisah dari kisah utama laskar pelangi dalam membina kekompakan. Satu yang cukup menjadi notable moments adalah ketika mereka harus bersaing saat karnaval 17 Agustus 1979 yang diadakan oleh pihak TIMAH ,  belajar demi masa depan, dan ke tegaran Bu Mus dalam membimbing mereka, apalagi setelah ditingal Pak Harfan meninggal. Anak-anak ini diuji dengan berbagai macam cobaan demi kelangsungan sekolah tempat mereka menimba ilmu.
Tokoh dalam cerita
– Lintang   : adalah seorang anak cerdas yang dididik oleh kerasnya alam
– Ikal           : adalah seorang anak yang selalu ingin tahu, selalu berusaha belajar
– Mahar    : seperti seniman dengan gaya yang flamboyan dan radio butut di lehernya adalah sosok yang membuat semua kekakuan jadi cair
– Sahara     : sebagai wanita tercantik
– A Kiong  : pengikut setia Mahar
– Syahdan & Trapani  : sebagai laki-laki yang tampan
– Harun     : seorang anak yang selalu percaya diri
– Borek      : berlaga seperti samson
– Flo            : sebagai anak perempuan tomboy
– Pak Harfan : sebagai kepala sekolah
– Bu Muslimah : sebagai guru sekaligus walikelas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *