Penguatan Literasi Budaya Guna Wujudkan Denpasar Kota Kreatif Berwawasan Budaya

Pentingnya literasi budaya dan kewarganegaraan guna melestarikan dan mendukung eksistensi budaya terlebih di revolusi 4.0. Pulau Bali yang terkenal akan budayanya khususnya di daerah Denpasar contohnya, di Denpasar sendiri berbagai cara telah dilaksanakan untuk mewujudkan Denpasar kota kreatif dan kota budaya dengan konsep merubah sesuatu yang awalnya tidak bernilai menjadi sangat bernilai, seperti halnya rebranding tukad Badung, festival kreatif, pelatihan, ruang kreatif, jelajah budaya dan lain sebagainya.

            Dengan menciptakan hal tersebut dapat mengubah pola pikir masyarakat dan memberdayakan komunitas, sehingga mampu menghasilkan dan mengubah sesuatu yang awalnya tidak bermanfaat menjadi manfaat dan bernilai ekonomis, dan tentunya menjadi acuan untuk dapat menghasilkan hal positif kembali. Salah satu faktor untuk meningkatkan itu semua ialah dengan literasi, yaitu literasi budaya dan kebudayaan.

Literasi budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Sedangkan literasi kewarganegaraan ialah kemampuan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warna negara, dan dengan literasi keduanya maka akan menghasilkan sebuah kemampuan individu dalam bersikap terhadap lingkungan sosialnya sebagai bagian dari suatu budaya dan bangsa.

            Namun tentu ada indikator dalam perjalanan tersebut, yaitu di dalam sekolah yang di dalamnya dibagi menjadi tiga basis yaitu:

Basis Kelas

Meningkatkan jumlah pelatihan tentang literasi budaya dan kewarganegaraan untuk kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, meningkatkan intensitas pemanfaatan dan penerapan literasi budaya dan kewarganegaraan, dan meningkatkan jumlah produk budaya yang dihasilkan sekolah.

Basis Keluarga

Meningkatkan jumlah variasi bacaan bertema budaya dan kewarganegaraan, toleransi siswa terhadap keberagaman yang ada di sekolah dan terus memotivasi siswa dalam literasi budaya dan kewarganegaraan.

Basis Masyarakat

Memberikan sarana dan prasarana yang mendukung literasi budaya dan kewarganegaraan, dan meningkatkan keterlibatan orangtua dan masyarakat dalam mengembangkan literasi budaya dan kewarganegaraan.

            Selanjutnya adalah strategi gerakan untuk menjadi alur dalam meningkatkan literasi tersebut, diantaranya ialah jumlah dan ragam sumber belajar bermutu, penguatan pelaku/aktor/fasilitator, perluasan dan penguatan pelibatan publik dan perluasan akses terhadap sumber belajar bermutu cakupan peserta belajar. Beberapa alur tersebut akan sangat efektif jika dilakukan dengan maksimal dan konsisten.

Artikel oleh: Siti Nurhasah

19 November 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *